MALANG—Kopi merupakan salah satu minuman yang sudah tidak asing lagi dan
banyak digemari masyarakat dari berbagai kalangan maupun usia. Kopi biasanya dikonsumsi untuk
menghilangkan rasa kantuk. Namun, di tangan lima orang siswi kelas IX Jurusan Farmasi Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Prajnaparamita Malang, minuman berwarna hitam pekat ini tidak hanya
bisa untuk menghilangkan rasa kantuk saja tetapi juga dapat dikonsumsi sebagai minuman
kesehatan dengan campuran beberapa bahan di dalamnya dengan nama kopi Petualang.
Sejumlah siswi Jurusan Farmasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Prajnaparamita Malang yang
berhasil menemukan olahan kopi inovatif yang diberi nama kopi Petualang.
Kelima siswi tersebut, Febe Nathania Johana Lakilobo, Halimatus Syaidah, Ningrum Lailatul Iza,
Mevia Ismaul Khusna, dan Aisyah indri Noviani. Febe sebagai ketua tim menceritakan ide
pembuatan kopi Petualang, berawal dari salah satu temannya yang memiliki penyakit migrain dan
kebetulan juga suka minum kopi. Dari situ kemudian mencoba konsultasi dengan guru, kira-kira
bahan tradisional apa yang bisa untuk menyembuhkan migrain sekaligus bisa dicampurkan dengan
kopi.
“Akhirnya kami diberi masukan salah satu guru untuk menggunakan Lamtoro dan Kedawung sebagai
bahan campuran menyembuhkan migrain,” jelasnya, Rabu (7/12/2016). Selain migrain, bahan
campuran Lamtoro dan Kedawung juga mampu mengatasi Vertigo.

Disebutkan, nama kopi Petualang sendiri diambil karena kopi ternyata juga menjadi minuman
favorit dari masyarakat yang memiliki hobi berwisata atau travelling yang biasanya digunakan
sebagai minuman penghangat tubuh. Menurutnya, cara membuat kopi Petualang cukup mudah dan
tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memproduksi. Caranya, Lamtoro dan Kedawung yang sudah
digongsong tinggal dicampur jadi satu dengan kopi bubuk yang banyak dijual di pasaran.
“Kopi bubuk kita beli yang sudah jadi di pasaran Setelah itu kita tinggal mencampurkan Lamtoro
dan Kedawung yang sudah digongsong sebelumnya menjadi satu dengan bubuk kopi,” urainya.
Lebih lanjut ia mengatakan, meskipun saat ini belum diproduksi secara massal dan belum
dipasarkan namun ternyata kopi Petualang sudah digemari guru-guru di sekolahnya.
“Guru-guru di sekolah ini banyak yang suka, katanya rasanya enak,” ucapnya.
Selain memproduksi kopi Petualang, sebelumnya kelima siswi ini juga telah memproduksi produk
aroma terapi Zalakacare yang menawarkan aroma buah Salak sebagai ciri khasnya.
“Jika kebanyakan produk aroma terapi beraroma mint, Zalakacare justru menawarkan produk aroma
terapi dengan aroma buah Salak yang segar,” ungkapnya.
Sementara itu, Santi Septi Pratiwi selaku Wakil Kepala Sekolah bagian kurikulum mengaku, SMK
Prajnaparamita sudah menerapkan revisi kurikulum 2013 dan lebih menitikberatkan pada
praktikum.
“Jadi pelajaran di SMK Prajnaparamita ini porsinya lebih banyak praktik daripada teori,”
terangnya. Bahkan ada juga beberapa mata pelajaran yang memfokuskan pada pembuatan produk
kreatif, salah satunya produk kopi Petualang dan aroma terapi Zalakacare yang merupakan hasil
uji coba para siswa bersama guru.
Menurutnya dengan menitikberatkan pada praktik, para siswa selain diajari membuat
produk-produk kreatif, siswa juga sekaligus mendapakan pelajaran mengenai kewirausahaan.
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq (CendanaNews.com)

