RadarMalang: PUASA OKE, NGOPI OKE

Beranda RadarMalang: PUASA OKE, NGOPI OKE


Setelah mendapat liputan dari Media Surya Malang, TimesIndonesia, AremaMedia, CendanaNews,
Kopi Petualang karya jurusan farmasi SMK Prajnaparamita Malang kembali mendapatkan liputan
media, kali ini liputan dari RadarMalang, atau Group Jawa Pos, sumber tulisan asli bisa dibaca di
sini

MALANG KOTA – Para kopi holic atau pencinta kopi sering waswas tidak bisa melakukan
kebiasaannya saat Ramadan. Mereka kawatir bahwa mengonsumsi kopi saat berpuasa bisa
menimbulkan gangguan kesehatan.
Namun, hal tersebut ditampik oleh pakar gizi Ayu Bulan Febry KD SKM MM. Pakar dari Rumah Sakit
Jiwa (RSJ) Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang ini menyatakan, pencinta kopi seharusnya tidak
perlu menghilangkan kebiasaannya. Namun, perlu sedikit mengubah waktu kebiasaan minum kopi
pada jam-jam tertentu.

”Bagi yang punya mag, sebaiknya dikurangi konsumsinya. Sebab, sifat asam dalam kopi bisa
meningkatkan asam lambung,” ujar Febry.

Menurut Febry, minum kopi seharusnya hanya satu atau dua cangkir dalam sehari.

”Itu karena kafein dalam kopi itu ada sisi positif dan negatifnya. Sisi baiknya, bisa
meningkatkan stamina tubuh,” ujar penulis 17 buku kesehatan itu.

Sisi negatifnya, Febry membeberkan, jika terlalu banyak minum kopi, bisa merusak kerja syaraf
dan memicu hipertensi. Selama Ramadan, konsumsi kopi dapat dilakukan saat sahur, terutama
setelah makan dan sekitar satu atau dua jam setelah berbuka puasa.

Selain kafein, kopi memiliki kandungan lain. Kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, di
antaranya kopi mengandung energi 352 kilokalori, protein 17,4 gram, karbohidrat 69 gram, lemak
1,3 gram, kalsium 296 miligram, fosfor 368 miligram, dan zat besi 4 miligram. Kopi juga
mengandung vitamin A, B1, C. ”Hasil itu diperoleh dari kandungan 100 gram kopi,” urainya.

Kopi rendah kafein lebih dianjurkan untuk dikonsumsi. ”Kafein yang rendah tentunya lebih
direkomendasikan untuk dikonsumsi. Kopi dengan campuran jagung, kacang hijau, biji kedawung,
hingga lamtoro bisa ditemui. Kandungan kafeinnya cenderung lebih rendah,” tuturnya.

Sementara itu, terkait kopi dengan campuran tersebut, sejumlah siswa SMK Prajnaparamita Kota
Malang berhasil membuat inovasi baru dalam menciptakan kopi. Mereka meracik biji kopi robusta
yang dicampur dengan biji lamtoro dan kedawung. Khasiatnya, racikan lima siswa yang dibimbing
Mugis Fathoni itu berkhasiat untuk meredakan asam lambung, mengobati masuk angin, dan
menghilangkan pegal-pegal pada tubuh.

Febi Nathania Johana Lakilobo, salah satu pencipta kopi ini, menjelaskan, khasiat-khasiat
tersebut didapatkan dari kandungan yang ada di biji lamtoro dan kedawung.

”Biji lamtoro itu mengandung zat tanin yang bermanfaat untuk menghilangkan pegal-pegal.
Sementara itu, kedawung memilki zat glukosida untuk mengobati masuk angin dan nyeri lambung,”
kata Febi, Selasa (30/5).

Cara membuat kopi ini, dia menerangkan, tidak ada bedanya dengan kopi pada umumnya. Semua biji
disangrai, lalu ditumbuk hingga halus. Bubuk itu ditimbang menggunakan timbangan khusus.
Setelah itu, ditempatkan di wadah ukuran 100 gram dan siap untuk dijual.

”Komposisinya kami menggunakan persen. Setiap 100 persen, mengandung 73 persen biji kopi, 21
persen lamtoro, dan 5,2 persen kedawung,” kata gadis asal Ambon itu.

Comment